
Pembukaan
Terima kasih pada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan ridhonya yang telah membuat kami bisa menyelesaikan karangan yang indah dengan judul Sampoerna. Tanpa Rahmat dan Ridhonya mungkin kami tidak akan berkesempatan untuk menyelesaikan karangan ini.
Sampoerna sendiri merupakan perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga Sampoerna, namun sejak Maret 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris, perusahaan rokok terbesar di dunia dari AS, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun. Perusahaan ini bernama PT. Hanjaya Mandala Sampoerna.
Bahane rokok
Rokok tercipta dari daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Daun-daun tembakau yang telah dicacah dipelinting, di pabrik sampoerna sendiri, proses ini dilakukan oleh 43.900 wanita di Indonesia dengan kecepatan lebih dari 350 batang per jam per orang, wanita-wanita pelinting rokok itu tentu menyajikan atraksi yang benar-benar beda. Jika anda tertarik, anda bisa melinting sendiri rokok kretek anda di pabrik Sampoerna, misal di Rungkut, Surabaya.
Pemasarannya
Perusahaan Sampoerna memasarkan dengan kreatif di media massa. Seperti yang banyak kita lihat di televise, reklame, dan media cetak. Iklan-iklan ini biasanya bermerek Dji Sam Soe, A Mild, dan Dji Sam Soe. Itu semua adalah merek lama yang telah bertahan sejak masa awal perusahaan tersebut.
Perhatian
Berikut kami ceritakan kepada anda mengenai sejarah Sampoerna, Sampoerna didirikan pada tahun 1913 di Surabaya oleh Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok dengan nama Handel Maastchpaij Liem Seeng Tee yang kemudian berubah menjadi NV Handel Maastchapij Sampoerna.
Perusahaan ini meraih kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe pada tahun 1930-an hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis tersebut. Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja.
Generasi berikutnya, Putera Sampoerna adalah generasi yang membawa PT. Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan.
Pada tahun 2000, putra Putera, Michael, masuk ke jajaran direksi dan menjabat sebagai CEO.
Pada Maret 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris.
Jakarta (Jurnal Nasional: (13/09/07) KERAJAAN bisnis keluarga Sampoerna bermula dari semangat bertahan hidup sebagai imigran. Pada generasi ke dua, semangat itu pun berubah jadi mengembangkan bisnis. Di tangan generasi ketiga, semangat untuk melakukan terobosan baru sangat terlihat.Lalu bagaiaman dengan generasi sekarang? Dan bagaimana dengan generasi yang akan datang? Dengan jumlah kekayaan mereka saat ini, rasanya semangat itu bukan lagi untuk bertahan hidup ataupun mengembangkan bisnis. Sebagai gambaran, saat Putera Sampoerna menjual sahamnya ke Philip Morris International Inc pada Maret 2005, nilainya mencapai Rp18,5 triliun. Majalah Globe Asia, Edisi Agustus 2007, menyebutkan bahwa Putera Sampoerna, berada di urutan kelima dari 150 orang terkaya di Indonesia. Jumlah kekayaannya senilai US$2,2 miliar atau sekitar Rp 20,02 triliun.
Pendapat
Pendapat Penulis:
Bagus, ketika saya pergi ke House of Sampoerna memang terasa sangat berbeda suasananya, seakan-akan kita berada di Surabaya tempo doeloe. Sampoerna memang sangat bagus sejarahnya, di mana diceritakan di museum House of Sampoerna bahwa ternyata pencipta Sampoerna tidak berasal dari keluarga kaya. Bahkan dia pernah bekerja menjadi penjual arang keliling menggunakan sepedanya di Surabaya.
Designed by Noi
